RSS

Cara Settings Wireless Router Menjadi Access Point

1. Tekan tombol reset wireless router TP-LINK selama 10 detik

2. Sambungkan wireless router  dengan komputer menggunakan kabel LAN.

3. Buka browser dan ketik IP address dari wireless yaitu 192.168.1.1

4. Klik bagian wireless -> wireless settings . Atur nama SSID dan nomor channel.

setting nama SSID dan no  channel

setting nama SSID dan no channel

5. Save. wireless akan mengalami reboot

reboot

reboot

6. Setelah reboot, di Wireless Security aktifkan radio button WPA-PSK/WPA2-PSK. Disini kita bisa mengatur password dari access point. Jika Sudah klik save dan reboot lagi.

komda3

 

7. Setting selesai. Tinggal sambungkan kabel dari jaringan kewireless sehingga bisa bekerja sebagai access point

 

 

kelompok :

Roihan Adiyat G64100026

Andri Bagus Arianto G64100084

M Haikal Dzulfikri G64090107

Abdurrasyid Hasim G64100079

M. Fachrul Arli G64100114

Dhiya Aulia Muhamad Baehaki   G64100073

 

Posted by on 3 March 2013 in Academic

Leave a comment

Klik Kanan Berhidayah

Kamu anak FMIPA IPB? Sudah pernah buka website resmi fakultas? Ini alamatnya kalau belum tahu

fmipa.ipb.ac.id

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan website ini, hanya saja yang menarik adalah website ini dapat memberikan hidayah kepada orang-orang yang memang terpilih. Sebelum saya bahas tentang hidayah, saya ingin sedikit mengulas fitur-fitur yang dirasa kurang perlu digunakan pada website ini.

1. Mengganti Bahasa

Website ini ternyata memiliki fitur ganti bahasa yang sangat beragam. Anda akan terkagum-kagum dan takjub melihat betapa kayanya kemampuan bahasa sang pembuat website ini, bahkan bahasa urdu pun ada. Ini mungkin berbanding lurus dengan visi fakultas yang bercita-cita menjadi fakultas bertaraf internasional sehingga perlu didukung dengan berbagai pilihan bahasa dari seluruh dunia.

bahkan bahasa urdu

Namun setelah diklik pilihan bahasa, browser secara otomatis menyambungkan dengan google translate yang telah kita ketahui bersama memiliki keakuratan terjemahan yang kurang sehingga tentunya kontennya pun berantakan.

bahasa urdu

Sebaiknya pilihan bahasa cukup pada bahasa Indonesia dan Inggris saja karena bahasa Inggris sudah merupakan bahasa internasional. Tetapi  setidaknya sisi baik dari fitur ini adalah pengunjung bisa sedikit belajar bahasa urdu.

 

2. Widget yang tidak perlu

Ketika seseorang mengunjungi sebuat website fakultas tentunya informasi di bawah ini sama sekali tidak diperlukan

widget bagian bawah yang menunjukkan jumlah pengunjung masih bisa dikatakan berguna untuk mengetahui seberapa ramai website ini dikunjungi. Tetapi lihatlah widget yang memberi info tentang IP kita, OS yang digunakan, bahkan browser yang digunakan pun termuat di widget tersebut. Sepertinya info tersebut sangat tidak diperlukan, tanpa perlu ada widget tersebut tentu saja semua orang pun mengetahui OS dan browser apa yang sedang digunakan. Pada intinya sebuah website fakultas tidak perlu memiliki fitur yang macam-macam karena yang orang harapkan pada saat membuka website fakultas hanyalah informasi-informasi terkait akademik ataupun berita tentang fakultas tersebut.

3. Klik kanan berhidayah

Terakhir, ketika anda mencoba untuk mendownload gambar yang ada di website, sudah menjadi cara yang umum dengan melakukan klik kanan pada gambar lalu pilih save as. Namun inilah yang terjadi :

Website ini ternyata diproteksi sehingga klik kanan pada halaman akan menghasilkan sebuah kotak dialog. Ini salah satu langkah yang bagus untuk mencegah hacker merusak website ini. Ada dua kemungkinan yang mungkin akan dilakukan oleh pengunjung setelah melihat kotak dialog tersebut. Kemungkinan pertama dia akan mengklik tanda silang, menolak hidayah, dan meng-hack websitenya. Mungkin awalnya dia tidak terpikir untuk melakukan hack, tetapi adanya proteksi ini dapat memancing orang yang menguasai hacking menjadi penasaran lalu mencoba meng-hack website ini. Kemungkinan kedua, dia klik oke, menerima hidayah, lalu bertaubat. Tetapi sepertinya hanya orang-orang terpilihlah yang dapat menerima hidayah dari Allah sehingga kemungkinan pertama terjadi lebih besar daripada kemungkinan kedua. Jadi sebaiknya website diproteksi dengan cara lain agar tidak memancing penasaran para hacker dan pengunjung awam bisa mengunduh gambar dengan mudah.

 

Posted by on 17 September 2012 in Academic

1,712 Comments